Pakar SEO

Jasa SEO Master dan Pakar SEO Indonesia

Yang Menarik Dari Gunung Bromo

Yang Menarik Dari Gunung Bromo - Jika Anda belum menemukan alasan yang baik untuk mengunjungi Gunung Bromo, pertama cari tahu beberapa hal menarik tentang gunung ini.

Suku Tengger

Suku Tengger adalah suku asli yang mendiami daerah sekitar Gunung Bromo. Bagasi ini identik dengan penampilannya, yang ingin mengikat sarung pada leher atau menggantung di bahu. Orang Tengger kebanyakan beragama Hindu.

Nama berasal dari nama-nama Tengger dari pasangan Roro Anteng dan Joko Seger, nenek moyang atau leluhur yang mendirikan disini pemukiman. Juga dikatakan bahwa suku Tengger berasal dari kerajaan Majapahit. Karena keadaan kerajaan, yang pada waktu itu semakin dipengaruhi oleh Islam, penduduk berlari ke Gunung Bromo dan ke Bali. Itulah yang membuat mereka memiliki keyakinan yang sama.

Upacara Yadnya Kasada atau Kasodo

Upacara ini merupakan bagian dari tradisi suku Tengger. Kasodo biasanya berlangsung pada hari ke-14 bulan kesepuluh kalender Hindu-Tengger Jawa. Upacara dimulai di Pura Luhur Poten, yang terletak di kaki Gunung Bromo. Selain itu, suku Tengger akan lari ke kawah untuk melempar persembahan yang disiapkan. Korban biasanya hasil pertanian dan perkebunan serta ayam hidup.

Asal mula upacara ini tidak lepas dari kisah Joko Seger dan Roro Anteng. Pasangan ini sudah menikah cukup lama dan tidak dikaruniai anak. Setelah ia berpaling oleh para dewa, Roro Anteng akhirnya bisa hamil, tetapi dengan syarat bahwa anak bungsu harus dikorbankan dengan melemparkan dia sebagai persembahan ke kawah.

Singkatnya, Joko Seger dan Roro Anteng memiliki 25 anak. Karena nalurinya sebagai orang tua, keduanya menolak mengorbankan anak bungsu mereka. Sampai saat itu, dewa marah dan membuat kebocoran besar dari kawah. Penduduk melarikan diri untuk menyelamatkan diri, tetapi pasangan termuda tidak dapat ditemukan.

Setelah hilangnya anak, ada tiba-tiba suara gaib yang mengatakan bahwa suku Tengger setiap tahun harus melakukan upacara kurban di kawah Gunung Bromo. Ini adalah asal mula upacara Kasodo.

Bisikan pasir

Whispering Sand adalah lautan pasir yang berada di atas ketinggian. Lautan pasir ini memanjang hingga 10 km dan tidak jauh dari tangga menuju kawah Gunung Bromo. Penduduk setempat menyebutnya Segara Wedi. Nama Pasir Berbisik adalah nama, karena tempat ini dulunya adalah lokasi untuk judul eponymous. Selain itu, ketika angin bertiup, pasir akan terbang dan membuat suara lembut, seperti suara manusia yang berbisik.

Untuk menikmati keindahan Whispering Sand, Anda bisa berjalan-jalan di pantai atau menyewa kuda yang tersedia di sekitar desa. Jangan lupa untuk memakai masker di atas mulut dan kacamata lebar. Ini karena pasir yang tertiup angin dapat mengganggu kenyamanan Anda.

Teletubbies hill

Pernahkah Anda mendengar kata Teletubbies? Mungkin pendapat Anda terfokus langsung pada serial televisi anak-anak ini yang pernah sangat populer di Indonesia. Di setiap pertunjukan ada adegan yang dimainkan di bukit hijau dan indah. Bukit ini mengilhami penamaan perbukitan tak jauh dari Gunung Bromo.

Baca Juga :

Open trip Bromo
Tour Bromo
Paket Wisata Bromo
Paket Wisata Malang
Paket Tour Malang Bromo
Paket Tour Bromo Malang

Teletubbies Hill sebenarnya adalah padang rumput dan bukit di selatan Gunung Bromo. Bentuknya, mengingatkan pada kubah besar, mengingatkan pada seri Teletubbies.

Bagaimana? Sudahkah Anda menemukan alasan untuk mengunjungi tujuan wisata ini? Ingat, jelajahi keindahan negara Anda sendiri dan lihat Indonesia tidak kalah menarik dari negara lain.